Catatan Seorang Bunda ||All About My Life

"Sebaik-baiknya Manusia Yang Memberi manfaat kepada Yang lainnya"

Mudik…Mudik….

Inilah saat-saat yang dinantikan, mudik…

ketemu mamah sama bapa, dan menyaksikan kesibukan bisnis mereka menjelang lebaran ini. hari senin tgl 5 Agustus, mulai libur kantor, semua karyawan libur, kecuali karyawan teladan, yaitu coky sitohang, haha….ups!nama sebenrnya sih Andi, panggilan dari bos nya yaitu Coky, jadi, selama mudik, rumah kami dijaga oleh dia, tentunya demi keamanan rumah dan kantor kami.

Perjalanan mudik kali ini, berangkat sore hari dari rumah, sekitar pukul 5, alhasil kami berbuka puasa di perjalnan sembari melaksanakan shalat magrib, De Faiq juga tentunya ikut turun naik mobil, menikmati suasana malam yang disambut dengan hati riang karena akan bertemu dengan kedua orang tua tercinta.

sekitar pukul 8 Malam akhirnya sampai juga di rumah ortu tercinta, De Faiq masih tetap ceria. Tapi menjelang malam, badannya terasa hangat, tidak seperti biasanya.

Demam

jam 1 dini hari, aku bangun karena suara tangisan de Faiq yang tidak seperti biasanya, hmmmm ternyata badannya memang panas, setelah di ukur menggunakan termometer, ternyata suhunya meningkat jadi 37 dercell, panik juga tapi belum terpikir untuk memberikan obat atau kompres, oke, mari gempur dengan ASI. NGASI jalan, tapi suhu badannya tidak mau turun dan matanya belum mau terpejam, dengan sedikit tangisan yang agak manja, sepertinya minta di gendong terus, sampai waktu sahur pun de Faiq belum mau bobo. Well. inilah saatnya dikompres, setelah di kompres berkali-kali , Alhamdulillah suhu tubuhnya turun, ba’da shubuh pun bisa ngASI dengan nyaman dan sampai terlelap.

berbagai persfektif mulai bermunculan, mulai dari mamahku, bapaku, uwaku, semua sepakat untuk memanggil tukang pijit ke rumah, karena kemungkinan masuk angin, atau ada sesuatu karena bepergian pada waktu sore atau kalau bahasa sundanya sareupna, karena menurut adat, anak kecil jangan keluar rumah waktu sore hari menjelang magirb. Oke, saya pun setuju untuk memanggil tukang pijit.

Suci Zahra ramadhani, yang biasa aku panggil uci, adalah adik ku yang pertama, dia yang diutus untuk memanggil atau menjemput tukang pijit, Ayahnya de Faiq?Ouh…beliau masih tidur, ceritanya semalem i’tikaf di mesjid, paginya bobo deh, hihi. ternyata tukang pijit bayi yang ditunggu-tunggu ga bisa dateng, alasannya, sedang membuat peuyeum (tape), MasyaAllah…miris deh, kasian liat de faiq yang lemes, dan ga bergairah, meringis seperti menahan sakit. Bapaku ga menyerah, kami bawa de Faiq ke rumah tukang pijitnya, kebetulan ga jauh dari rumah. pas disamperin, tukang pijitnya memang bener lagi sibuk bikin peuyeum, tapi kan pasien nya udah ada di hadapan, masa mau ditolak, hehe…Alhamdulillah bersedia menyempatkan waktunya untuk memijit De faiq.

Pijat Bayi

Ini kedua kalinya de faiq dipijit sama ibu tukang pijit ini, tapi kali ini pijitnya karena ada masalah, jadinya de Faiq ga tenang dan nangis meronta2, ga teg, kasian, tapi saya yakin, ini syare’atnya supaya dia bisa sehat dan ceria kembali, betul saja pulang dari sana beberapa menit suhu badannya menurun, Alhamdulillah. beberapa jam kemudian pun kondisinya semakin membaik.

Sehat terus ya nak…

 

 

 

Leave a comment »